Kamis, 25 Februari 2010

Kisah Seorang PNS

Ini adalah kisah nyata seorang PNS yang ada di sekitarku.

Adalah seorang ibu guru yang mempunyai anak yang nakal. Apa saja yang diminta anaknya harus terkabul dalam waktu yang singkat. Sang anak taunya minta dan harus ada tanpa mikirin ortunya beli pake uang apa.

Sang ibu juga selalu berusaha menuruti kemauan anaknya dengan segera, walaupun dengan mengajukan kredit PNS. Belum juga selesai kredit A sudah mengajukan kredit lain untuk membayar kredit A dan membeli barang misalnya sepeda motor. Hutangnya bukan nya semakin mengecil malah membesar.
Belum kredit yang ditempat lain (misalnya koperasi PNS) juga belum selesai.

Sang anak ingin barang lain yang baru mode, HP Model baru tentu saja harganya tidak sedikit, sang anak menggadaikan motor nya dengan uang yang cukup untuk beli hp tersebut karena dia yakin sang ibu pasti menebus motornya di pegadaian. Sang anak enggak perlu mikir uang dari mana ibunya dapatkan untuk menebus motornya.

Dalam hal ini sang ibu tidak melek secara finansial atau tidak pintar secara finansial, dia habiskan gajinya untuk bayar hutang-hutangnya. Dan anaknya tidak di ajarkan untuk bersikap tidak konsumtif. Ibu guru itu terjebak dalam perlombaan tikus, karena dia gali lubang tutup lubang. Gali utang untuk tutup utang, begitu seterusnya.