Ada cerita tentang sepasang kekasih yang pintar, mereka berdua sama-sama kuliah di perguruan tinggi ternama. Mereka berprestasi di bidangnya masing-masing, dua sejoli itu menyelesaikan kuliahnya dengan cepat, tanpa ada mata kuliah yang diulang dan indeks prestasi yang sangat bagus.
Setelah selesai kuliah mereka bekerja di perusahaan besar dan bonafit, sesuai bidang mereka. Suatu jabatan yang tinggi dengan gaji yang gede, mereka berdua berbahagia karena sudah tercapai cita-citanya sejak kecil. Setelah bekerja mereka kemudian sering pergi bertemu dengan teman-teman mereka dan bersenang-senang juga berpesta. Belanja barang-barang mewah dan mahal tak ketinggalan, dan kartu kredit pun mulai dikoleksi.
Pasangan bahagia itu lalu merencanakan untuk menikah. Setelah menikah aktivitas hidup telah berubah sangat banyak, karena sekarang baik pria ( suami) maupun Wanita (istri ) bekerja. Dua penghasilan dalam sebuah keluarga tentu menggembirakan. Mereka merasa berhasil, masa depan cerah, dan mereka memutuskan untuk membeli rumah, mobil mewah, telivisi, berlibur, dan an punya anak. Pasangan bahagia itu memutuskan bahwa karir mereka sangat penting, mereka pun mulai bekerja lebih keras, mencari promosi dan kenaikan gaji.
Kenaikan gaji pun datang, anak yang diharapkan pun lahir sehingga membutuhkan rumah yang lebih besar lagi. Lalu mereka memutuskan untuk membeli rumah yang lebih besar lagi dan mewah dengan kredit bank. Mereka bekerja lebih keras lagi dan bersekolah lagi untuk bisa mendapatkan uang yang lebih banyak lagi. Penghasilanpun naik, tetapi pajak yang mereka bayar juga naik. Pajak rumah baru, pajak mobil mewah, pajak penghasilan dan lainnya. Mereka bertanya kemana larinya uang mereka?.
Anaknya semakin besar, kebutuhan hidup semakin meningkat, mereka membeli kebutuhan rumah tangga dengan kartu kredit. Mereka bekerja lebih keras lagi, untuk membayar pajak, hipotek bank, dan tagihan kartu kredit. Pasangan bahagia itu kini sekarang terperangkap dalam perlombaan tikus, mereka bekerja keras sepanjang hidup mereka
Sumber RICH DAD POOR DAD Robert T. Kiyosaki
Jumat, 06 Maret 2009
Langganan:
Postingan (Atom)

